“Berbukalah dengan yang Manis”: Keliru!
“Berbukalah dengan yang Manis”: Keliru!

Dalam paradigma holistik -yaitu cara pandang manusia melihat tubuhnya sebagai kesatuan antara tubuh fisik, jiwa (emosi, kondisi alam pikir, baik sadar maupun bawah sadar) dan spiritual- puasa merupakan seni sekaligus sains. Puasa sebagai sekadar “aturan” akan sama saja dengan aturan lain yang berlaku di masyarakat: hanya melulu menerapkan mana yang boleh dan yang tidak boleh. Setiap kata “tidak boleh” akan menerbitkan tetes liur bernama: godaan, yang membutuhkan berton-ton perjuangan agar bertahan. Maka puasa perlu dibahas sebagai masa transformasi saat istilah “tidak boleh” menjadi “tidak mau, karena pilihan dan kesadaran”.
Baca selanjutnya…
Pentingnya Figur Ayah di Bulan Ramadhan
Pentingnya Figur Ayah di Bulan Ramadhan

Alangkah harmonisnya ketika melihat sebuah keluarga buka puasa bersama-sama. Sang ibu sibuk membagikan nasi dan lank pauk. Anak-anak ricuh tak sabar menunggu azan magrib berkumandang. Sementara, sang ayah tertawa riang memperhatikan suasana yang akrab tersebut.
-
Terkini
- Berbusana Muslimah Namun Ketat …
- Nasehat Ramadhan: Sudah Benarkah Niat Anda?
- “Berbukalah dengan yang Manis”: Keliru!
- Pentingnya Figur Ayah di Bulan Ramadhan
- Nasehat Ramadhan: Raih Kasih Sayang Allah
- Hikmah di Balik Puasa Ramadhan
- Nasehat Ramadhan: Allah Tidak Akan Menyia-nyiakan Amalan Hamba-Nya
- Waspada, Skype Mungkin Disadap
- Saudaraku, Jangan Biarkan Puasamu Sia-Sia
- Virus Komputer Lokal Lebih Berbahaya
- Buka Puasa dengan Gorengan, Sehatkah?
- Puasa Anti Lemas
-
Tautan
-
Arsip
- September 2009 (6)
- Agustus 2009 (16)
- Juli 2009 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS




